Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Cerita Lucu 1

Ambulance

Suatu malam tepat jam 12 malam.

Sebuah mobil ambulan melaju dengan kecepatan 100km/jam

liyuu...liyyuu..liyu..
Ternyata supir mobil ambulan itu ketakutan karna memebawa mayat dari jakarta menuju ci ampea/bogor, begitu melewati hutan supirnya menambah kecepatanya hingga 250km/jam.

Karna saking kencengnya mobil melaju hingga mayat itu bangun, dan menepuk pundak si supir sambil berkata:

"BANG PELAN2 AJA BAWA MOBIL NYA, GUE AMPE MUNTAH2."



Anak Baik

Seorang lelaki yang cukup tua yang telah menempuh perjalanan jauh tiba disebuah kota dan bertanya pada anak kecil yamg tengah bermain.
"Ee..nak, pe..pe..pengi..na..na..pan, ter..ter..dekat, le..lewat, ma..ma..mana..ya ?" Anak kecil yang ditanya hanya diam saja. Lelaki tersebut bertanya kembali,
"Nak..,le..le..wat, ma..ma..mana, ka..ka..ka..kalau.., mau ke..ke.., pe..pe..pengina..na..pan, ter...ter..de..dekat ?"
Anak tersebut tetap diam, hanya memandang saja. Untuk ketiga kalinya, Lelaki itu bertanya, tapi tetap tidak mendapat jawaban. Akhirnya dia beranjak pergi, sambil menggerutu.
Seorang Bapak yang kebetulan menyaksikan kejadian tersebut, menghampiri anak itu dan bertanya.
...
"Anak baik, kenapa tidak mau menjawab pertanyaan Lelaki tadi. Kamu tidak tahu jalan ke Penginapan ?"
"Sa..sa...saya, se..se..se...sebenarnya, ta..ta..tahu. Ta..tapi sa...sa...saya, ta..ta...ta..takut di ga..ga...ga...gampar, di..di...di..dikira ngi..ngi..ngi...ngina."


Kurang ajar

Di sekolah Mahesa mempunyai sahabat,hampir tiap hari mereka berdua bermain bersama

suatu sore di rumah,Mahesa hendak berpamitan kepada ibunya

Mahesa: bu...bolehkah saya ke rumah Jati?
Ibu: tidak boleh...kamu pasti mau bermain,tiap hari kamu sudah bermain dengan dia,kapan belajarnya?
Mahesa: saya mau belajar kok bu...
Ibu: bener...?
Mahesa: iya bu...tujuhrius
Ibu: baiklah...tapi jangan lama lama

2-3 jam berlalu,hari mulai larut,akhirnya Mahesa pulang ke rumah

Ibu: Mahesa,kenapa kamu pulang sampai malam begini?
Mahesa: kan tadi saya sudah bilang bu,mau belajar di rumah Jati
Ibu: memang kamu belajar apa nak...
Mahesa: belajar main PS
Ibu: (rantai mana rantai)

Stresss

Di sekolah Mahesa mempunyai sahabat,hampir tiap hari mereka berdua bermain bersama

suatu sore di rumah,Mahesa hendak berpamitan kepada ibunya

Mahesa: bu...bolehkah saya ke rumah Jati?
Ibu: tidak boleh...kamu pasti mau bermain,tiap hari kamu sudah bermain dengan dia,kapan belajarnya?
Mahesa: saya mau belajar kok bu...
Ibu: bener...?
Mahesa: iya bu...tujuhrius
Ibu: baiklah...tapi jangan lama lama

2-3 jam berlalu,hari mulai larut,akhirnya Mahesa pulang ke rumah

Ibu: Mahesa,kenapa kamu pulang sampai malam begini?
Mahesa: kan tadi saya sudah bilang bu,mau belajar di rumah Jati
Ibu: memang kamu belajar apa nak...
Mahesa: belajar main PS
Ibu: (rantai mana rantai)


>BELI BAJU LEBARAN<

Malam ini Asep pergi ke Mall sendirian dia pengen beli baju lebaran untuk besok. Dia pun masuk ketempat busana muslim di Mall itu.

Asep: "pak, ada baju koko yg bagus gak?".

Penjual: "pengen yg tangan panjang apa yg tangan pendek?".

Asep: "tangan pendek aja, pak".

Penjual: "ohh.. Silahkan anda pilih baju nya disitu".

Asep: "iya".

Asep pun memilih2 baju. Dan tak lama dia mendapatkan baju yg dia inginkan.

Asep: "pak, yang ini harga nya berapa?".

Penjual: "120.000".

Asep: "20.000 aja deh, Pak?".

Penjual: (kesal) "gak bisa, itu udah harga pas!".













BONGA-BONGA

Suatu hari, 2 pemuda tersesat di dalam hujan, ternyata mereka memasuki daerah terlarang suku setempat. Kemudian oleh penduduk setempat, mereka dibawa ke rumah kepala suku untuk diberikan hukuman.

Kepala suku:
"Kalian telah memasuki daerah terlarang, kalian harus dihukum!
Kamu, pemuda 1, kamu memilih bonga-bonga atau hukuman mati?"

Pemuda 1 berpikir, bonga-bonga apaan ya? Ah, daripada mati, mendingan bonga-bonga aja.

"Saya pilih bonga-bonga!" kata pemuda 1.

"Pengawal..." kata kepala suku.
"bonga-bonga dia!!!"

Pemuda 1 kemudian dibawa ke suatu tempat. Disitu dia ternyata pantatnya dimasukin pentungan rotan.

Setelah pemuda 1 kembali, pemuda 2 bertanya pada pemuda 1.
"Apa itu bonga-bonga?"
Pemuda 1 menjawab.
"Jangan mau dibonga-bonga tar pantat lu disodok pentungan rotan gede, lebih baik mati!!!
"What? anjirrr PARAH gila!!!" jawab pemuda 2.

Kepala suku :
"Dan kamu !!" (menunjuk pemuda 2)
"Kamu pilih bonga-bonga atau hukuman mati ???"

Pemuda 2:
"Lebih baik saya mati daripada dibonga-bonga."

Kepala suku:
"Baiklah! kalau begitu"
"Pengawal... bonga-bonga dia sampe MATI !!!"


BUKU HOROR HANTU BIS PENASARAN! (Spesial Malam Jumat)

Ruben sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi Ruben:

“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”
“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya 'Hantu Bis Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu (Rp. 150.000,-) nak”
“Walah, MAHAL BENER harganya, kek ???”.
“Ya namanya juga buku bagus. Best seller, semua yang baca buku ini kabarnya sampe SYOK.. loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.

Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben.

“Nak”, ujarnya lirih, “Apapun Yang Terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, Apapun Yang Terjadi. Kalau tidak, nanti kamu akan SYOK dan MENYESAL!!! saya tidak mau bertanggung jawab.”

Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya.

Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.

“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”

Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf yang tercantum.

Ternyata huruf-huruf tersebut bertuliskan

"label harga buku Rp.20.000,- "

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar